b. Sistem “bandongan” yang sering disebut
dengan sistem weton. Dalam sistem ini, sekelompok santri mendengarkan dan
menyimak seorang guru yang membacakan, menerjemahkan dan mengulas kitab-kitab
kuning. Setiap santri memperhatikan kitab masing-masing dan membuat catatan
yang dirasa perlu.
Kelompok bandongan ini jika jumlahnya tidak
terlalu banyak, maka disebut dengan halaqoh yang arti asalnya adalah lingkaran. Di
pesantren-pesantren besar, ada lagi sistem lain yang disebut musyawarah, yang diikuti
santri-santri senior yang telah mampu membaca kitab kuning dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar